LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Labuan Bajo adalah pintu masuk ke Taman Nasional Komodo untuk menyaksikan binatang Komodo. Selain itu Labuan Bajo merupakan pintu masuk utama ke Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Sejak ditetapkan binatang Komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, kabupaten ini menjadi pilihan wisatawan dunia dan domestik.
Wisatawan dunia dan domestik ingin menikmati keindahan panorama alam bawah laut dan di daratan serta keindahan pulau-pulau di wilayah ini. Selain itu wilayah Kabupaten Manggarai Barat memiliki 228 pulai unik, tetapi, hingga saat ini belum dikelola dengan baik. Kedatangan pihak luar dan wisatawan dunia dan domestik, selain berwisata juga melirik potensi unggulan di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Kunjungan ribuan wisatawan dunia dan domestik tidak saja membawa dampak positif tetapi juga negatif terhadap keberadaan masyarakat lokal Manggarai Barat pada semua bidang kehidupan. Hal ini disampaikan Direktur Lembaga Advokasi dan Penelitian Timoris di Labuan Bajo, Hipolitus Mawar kepada Kompas.com, Jumat (6/12/2013).
Sebagai kabupaten kepulauan, LAP Timoris melalui Program Sekolah Demokrasi, lanjut Hipolitus, menggelar seminar Nasional dan Lokakarya selama dua hari di Marshel Lodge dengan tema "Optimalisasi Pengelolaan Pulau-pulau Kecil dan Pesisir dalam Meningkatkan Kesejahteraan di Kabupaten Manggarai Barat”.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Hipolitus menjelaskan, Kabupaten Manggarai Barat mempunyai empat kecamatan yang memiliki pemerintahan desa pesisir dan desa pulau. Kecamatan Komodo, memiliki lima desa pulau dan enam desa pesisir. Kecamatan Boleng memiliki dua desa pulau dan dua desa pesisir. Kecamatan Macang Pacar memiliki empat desa pesisir dan Kecamatan Lembor memiliki enam desa pesisir.
Anggota Comunitas Indonesia Untuk Demokrasi, Kresnayana Yahya yang tampil sebagai narasumber, dalam perbincangan dengan Kompas.com di Restoran Philoman, Kamis (5/12/2013) malam menjelaskan, bangsa China menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan. Mereka menargetkan kunjungan wisatawan ke China sebanyak 200 juta per tahun.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Menurutnya, Kabupaten Manggarai Barat sudah terkenal dengan keajaiban binatang Komodo serta potensi unggulannya yang menggairahkan wisatawan harus ditata dengan baik. Pemerintah dan legislatif harus memiliki satu visi yang sama untuk mengembangkan pariwisata di wilayah ini.
sumber: kompas.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Ayo Berkompetisi
Monday, December 9, 2013
Ini Bedanya Pagelaran MICE di Indonesia & Singapura
Jakarta - Pagelaran MICE yang menjadi ajang wisatanya para pebisnis mulai berjamur di Indonesia. Tak mau kalah dari Singapura, inilah perbedaan pagelaran MICE di Nusantara dengan Negeri Singa tersebut!
MICE (Meeting, Insentive, Convention, Exhibition) adalah tempat bertemunya para pebisnis, termasuk pebisnis wisata. Sambil mengikuti konvensi atau pameran, mereka biasanya jalan-jalan ke berbagai tempat wisata di sekitarnya. Kini, industri MICE di Indonesia pun mulai berkembang dengan baik.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
"Wisata MICE masih berkembang di Indonesia dan sudah sangat baik. Kita tidak kalah sama Singapura dan Malaysia," kata Ketua Umum DPP Indonesia Congres and Convention Association (INCCA), Iqbal Alan Abdullah dalam jumpa pers dalam The 6th Indonesia MICE Outlook 2014 di Main Hall, Upperroom, Annex Building, Kompleks Wisma Nusantara, Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (5/12/2013).
Iqbal menambahkan, ada keunikan dari pagelaran MICE di Indonesia dan Singapura. Keunikan itu adalah kultur atau pentas budaya dalam tiap pagelran MICE.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
"Masyarakat kita punya kultur yang kuat sehinggga membuat mereka (peserta MICE-red) feel at home," tutur Iqbal.
Aneka tarian dari budaya Bali atau berbagai tempat di Pulau Jawa, dijamin mampu membuat peserta MICE dari mancanegara berdecak kagum. Tarian-tariannya juga bisa jadi ajang promosi wisata dan daya tarik daerah itu sendiri.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
"Di Singapura ada 4 etnis utama, sehingga mereka nggak punya kekhususan atau ciri khas," tandas Iqbal.
sumber: detik.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
MICE (Meeting, Insentive, Convention, Exhibition) adalah tempat bertemunya para pebisnis, termasuk pebisnis wisata. Sambil mengikuti konvensi atau pameran, mereka biasanya jalan-jalan ke berbagai tempat wisata di sekitarnya. Kini, industri MICE di Indonesia pun mulai berkembang dengan baik.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
"Wisata MICE masih berkembang di Indonesia dan sudah sangat baik. Kita tidak kalah sama Singapura dan Malaysia," kata Ketua Umum DPP Indonesia Congres and Convention Association (INCCA), Iqbal Alan Abdullah dalam jumpa pers dalam The 6th Indonesia MICE Outlook 2014 di Main Hall, Upperroom, Annex Building, Kompleks Wisma Nusantara, Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (5/12/2013).
Iqbal menambahkan, ada keunikan dari pagelaran MICE di Indonesia dan Singapura. Keunikan itu adalah kultur atau pentas budaya dalam tiap pagelran MICE.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
"Masyarakat kita punya kultur yang kuat sehinggga membuat mereka (peserta MICE-red) feel at home," tutur Iqbal.
Aneka tarian dari budaya Bali atau berbagai tempat di Pulau Jawa, dijamin mampu membuat peserta MICE dari mancanegara berdecak kagum. Tarian-tariannya juga bisa jadi ajang promosi wisata dan daya tarik daerah itu sendiri.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
"Di Singapura ada 4 etnis utama, sehingga mereka nggak punya kekhususan atau ciri khas," tandas Iqbal.
sumber: detik.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Weekend Segar Jalan-jalan ke Situ Gede Bogor
detikTravel Community - Menghabiskan akhir pekan di Bogor, selintas terbayang pasti ingin menghirup udara segar di Kebun Raya Bogor. Selain Kebun Raya, Bogor masih punya tempat berhawa sejuk yakni Situ Gede dan Hutan Dramaga di area Kampus IPB.
Selain kuliner, Bogor menawarkan tempat wisata alam yang tak kalah apiknya denga kota-kota lain di Indonesia. Penatnya aroma perkotaan bisa diobati dengan rimbunnya hutan yang menawarkan udara sejuk yang letaknya tak jauh dari jantung Kota Bogor.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Hutan Dramaga ini layak dijadikan tujuan akhir pekan untuk sekadar memecahkan penatnya pikiran. Anda bosan berwisata ke arah Puncak karena kemacetannya dan sudah seringnya menjenguk Kebun Raya Bogor. Cobalah untuk berwisata ke arah Dramaga.
Ya, di sekitar kampus IPB terdapat pusat penelitian kehutanan yang bersanding mesra dengan Situ Gede. Situ Gede, danau yang luasnya sekitar 6 hektar ini merupakan danau yang terletak tak jauh dari pusat penelitain kehutanan IPB (CIFOR).
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Di sini kita bisa menikmati udara dengan sekedar berjalan-jalan di sepanjang danau. Bila bosan berjalan-jalan, kita bisa menyewa perahu untuk keliling danau.
Beralih ke arah hutan penelitian, kita bisa bercengkrama dengan rusa yang juga dipelihara di hutan ini. Lalu sekadar menghirup udara dan berfoto-foto ria. Tempat ini juga bisa dijadikan tempat alternatif untuk foto pre-wedding atau foto session lain.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Jangan lupa untuk meminta izin kepada petugas di sekitar kandang rusa untuk melakukan aktivitas di hutan penelitian ini. Untuk mencapai tempai ini, kita bisa lewat Kampus IPB atau dari arah Terminal Bubulak. Terdapat penunjuk arah yang membuat kita tak akan tersesat.
sumber: detik.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Selain kuliner, Bogor menawarkan tempat wisata alam yang tak kalah apiknya denga kota-kota lain di Indonesia. Penatnya aroma perkotaan bisa diobati dengan rimbunnya hutan yang menawarkan udara sejuk yang letaknya tak jauh dari jantung Kota Bogor.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Hutan Dramaga ini layak dijadikan tujuan akhir pekan untuk sekadar memecahkan penatnya pikiran. Anda bosan berwisata ke arah Puncak karena kemacetannya dan sudah seringnya menjenguk Kebun Raya Bogor. Cobalah untuk berwisata ke arah Dramaga.
Ya, di sekitar kampus IPB terdapat pusat penelitian kehutanan yang bersanding mesra dengan Situ Gede. Situ Gede, danau yang luasnya sekitar 6 hektar ini merupakan danau yang terletak tak jauh dari pusat penelitain kehutanan IPB (CIFOR).
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Di sini kita bisa menikmati udara dengan sekedar berjalan-jalan di sepanjang danau. Bila bosan berjalan-jalan, kita bisa menyewa perahu untuk keliling danau.
Beralih ke arah hutan penelitian, kita bisa bercengkrama dengan rusa yang juga dipelihara di hutan ini. Lalu sekadar menghirup udara dan berfoto-foto ria. Tempat ini juga bisa dijadikan tempat alternatif untuk foto pre-wedding atau foto session lain.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Jangan lupa untuk meminta izin kepada petugas di sekitar kandang rusa untuk melakukan aktivitas di hutan penelitian ini. Untuk mencapai tempai ini, kita bisa lewat Kampus IPB atau dari arah Terminal Bubulak. Terdapat penunjuk arah yang membuat kita tak akan tersesat.
sumber: detik.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Sunday, December 8, 2013
Ada Komodo di Tanjung Kerita
LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Komodo, reptil yang sering dijuluki naga, umumnya dijumpai di Pulau Komodo dan Rinca. Namun belakangan, beberapa wilayah di Nusa Tenggara mengklaim memiliki komodo di daerahnya. Bila benar demikian, maka potensi wisata atau konservasi alam di lokasi-lokasi itu bisa jadi akan terbuka.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Camat Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Nobertus Narus adalah salah seorang yang mengakui keberadaan komodo di wilayahnya. Ia membenarkan hasil penelitian Lembaga Burung Indonesia, Badan Konservasi Sumber Daya Alam NTT dan Komodo Survival Program belum lama terkait ditemukannya komodo di Tanjung Kerita, Desa Nanga Bere yang masuk dalam bentang alam Mbeliling.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Nanga Bere dalam bahasa lokal di Kecamatan Lembor adalah Kope Ndoho (Parang Tajam) karena bentuknya seperti Tanjung Kerita.
”Komodo di Tanjung Kerita pernah gigit warga masyarakat di sana beberapa tahun lalu, tetapi tidak sampai meninggal dunia karena cepat tertolong. Binatang komodo di Tanjung Kerita masih liar dan sangat ganas,” jelasnya kepada Kompas.com di Labuan Bajo, Sabtu (7/112/2013).
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Menurutnya, sejak 1971 sudah beredar cerita warga tentang keberadaan kadal besar itu di Tanjung Kerita. Penduduk lokal di Kecamatan Lembor Selatan menamakan binatang itu ”Pendugu”.
Sejauh ini, menurut Nobertus, populasi komodo di Tanjung Kerita belum diketahui karena lembaga yang berkompeten belum melakukan penelitian di wilayah itu. ”Ciri-ciri binatang yang ada di Tanjung Kerita sama dengan komodo di dalam kawasan Taman Nasional Komodo,” jelasnya.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Camat meminta, lembaga yang berkompeten dalam bidang satwa langka memberikan perhatian dan perlindungan yang secepatnya sehingga satwa yang berada di Tanjung Kerita ini dilindungi. ”Saya minta lembaga yang mengelola satwa langka di Indonesia melakukan penelitian lanjutan dan memberikan perlindungan yang secepatnya di daerah Tanjung Kerita,” pintanya.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Belum lama ini Lembaga Burung Indonesia mengeluarkan siaran pers yang menyatakan adanya komodo di bentang alam Mbeliling, mulai dari Golo Mori (Bukit Tuhan), Kecamatan Komodo dan Tanjung Kerita, Nanga Bere, di Kecamatan Lembor Selatan.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Camat Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Nobertus Narus adalah salah seorang yang mengakui keberadaan komodo di wilayahnya. Ia membenarkan hasil penelitian Lembaga Burung Indonesia, Badan Konservasi Sumber Daya Alam NTT dan Komodo Survival Program belum lama terkait ditemukannya komodo di Tanjung Kerita, Desa Nanga Bere yang masuk dalam bentang alam Mbeliling.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Nanga Bere dalam bahasa lokal di Kecamatan Lembor adalah Kope Ndoho (Parang Tajam) karena bentuknya seperti Tanjung Kerita.
”Komodo di Tanjung Kerita pernah gigit warga masyarakat di sana beberapa tahun lalu, tetapi tidak sampai meninggal dunia karena cepat tertolong. Binatang komodo di Tanjung Kerita masih liar dan sangat ganas,” jelasnya kepada Kompas.com di Labuan Bajo, Sabtu (7/112/2013).
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Menurutnya, sejak 1971 sudah beredar cerita warga tentang keberadaan kadal besar itu di Tanjung Kerita. Penduduk lokal di Kecamatan Lembor Selatan menamakan binatang itu ”Pendugu”.
Sejauh ini, menurut Nobertus, populasi komodo di Tanjung Kerita belum diketahui karena lembaga yang berkompeten belum melakukan penelitian di wilayah itu. ”Ciri-ciri binatang yang ada di Tanjung Kerita sama dengan komodo di dalam kawasan Taman Nasional Komodo,” jelasnya.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Camat meminta, lembaga yang berkompeten dalam bidang satwa langka memberikan perhatian dan perlindungan yang secepatnya sehingga satwa yang berada di Tanjung Kerita ini dilindungi. ”Saya minta lembaga yang mengelola satwa langka di Indonesia melakukan penelitian lanjutan dan memberikan perlindungan yang secepatnya di daerah Tanjung Kerita,” pintanya.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Belum lama ini Lembaga Burung Indonesia mengeluarkan siaran pers yang menyatakan adanya komodo di bentang alam Mbeliling, mulai dari Golo Mori (Bukit Tuhan), Kecamatan Komodo dan Tanjung Kerita, Nanga Bere, di Kecamatan Lembor Selatan.
sumber: kompas.com
Friday, December 6, 2013
Best Western Malang Tawarkan "Batik Package"
MALANG, KOMPAS.com - Mendukung program "We Love Indonesia", Best Western OJ Malang menawarkan paket Batik Package. Dalam siaran pers, Asst. Marketing Communications Manager Best Western OJ Hotel Malang, Ledya Shelfy mengatakan, penggalian motif batik Malang masih terus diusahakan oleh pemerintah Malang bersama organisasi terkait lainnya.
"Hal ini dilakukan agar jangan sampai batik Malang menjadi punah dan tetap bertahan menjadi warisan budaya Indonesia. Untuk itu Best Western OJ Hotel Malang bekerja sama dengan para perajin batik di kota Malang mendukung program 'Batik Package' ini," jelas Shelfy.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Motif batik yang diberikan sendiri salah satunya adalah motif hias untuk tumpal (pinggiran plus isen-isen) yang diisi tiga sulur yang membentuk sebuah rantai. Motif hias berupa sulur-sulur bunga yang dimaksudkan untuk menggambarkan Malang sebagai kota bunga.
"Mengingat okupansi Hotel yang semakin meningkat, diharapkan dengan program ini dapat memperkenalkan batik malangan pada tamu domestik maupun Internasional," kata Shelfy.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Promo Batik Package, mulai 1 November 2013 di semua kamar yang ada, yakni tipe Superior, Deluxe, Super Deluxe maupun Junior Suite. Harga kamar dimulai Rp 495.000++ per malam untuk kamar Superior, tamu sudah bisa menikmati hotel bertaraf internasional berikut bonus kain Batik Malangan.
Best Western Hotel Malang berlokasi di Jalan Dr Cipto No.11 Malang. Untuk melengkapi fasilitas konvensi, hotel mempunyai ruang pertemuan dengan kapasitas sampai 320 orang. Selain itu, dilengkapi pula dengan pusat bisnis, kolam renang dalam ruangan, jaringan internet nirkabel gratis, pelayanan kamar dan keamanan 24 jam, serta kuliner dari Restoran Pandanwangi.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Tertarik mendapatkan 1 voucher menginap 2 malam di Best Western OJ Malang?
sumber: kompas.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
"Hal ini dilakukan agar jangan sampai batik Malang menjadi punah dan tetap bertahan menjadi warisan budaya Indonesia. Untuk itu Best Western OJ Hotel Malang bekerja sama dengan para perajin batik di kota Malang mendukung program 'Batik Package' ini," jelas Shelfy.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Motif batik yang diberikan sendiri salah satunya adalah motif hias untuk tumpal (pinggiran plus isen-isen) yang diisi tiga sulur yang membentuk sebuah rantai. Motif hias berupa sulur-sulur bunga yang dimaksudkan untuk menggambarkan Malang sebagai kota bunga.
"Mengingat okupansi Hotel yang semakin meningkat, diharapkan dengan program ini dapat memperkenalkan batik malangan pada tamu domestik maupun Internasional," kata Shelfy.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Promo Batik Package, mulai 1 November 2013 di semua kamar yang ada, yakni tipe Superior, Deluxe, Super Deluxe maupun Junior Suite. Harga kamar dimulai Rp 495.000++ per malam untuk kamar Superior, tamu sudah bisa menikmati hotel bertaraf internasional berikut bonus kain Batik Malangan.
Best Western Hotel Malang berlokasi di Jalan Dr Cipto No.11 Malang. Untuk melengkapi fasilitas konvensi, hotel mempunyai ruang pertemuan dengan kapasitas sampai 320 orang. Selain itu, dilengkapi pula dengan pusat bisnis, kolam renang dalam ruangan, jaringan internet nirkabel gratis, pelayanan kamar dan keamanan 24 jam, serta kuliner dari Restoran Pandanwangi.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Tertarik mendapatkan 1 voucher menginap 2 malam di Best Western OJ Malang?
sumber: kompas.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Wisatawan Indonesia Batalkan Kunjungan ke Bangkok
JAKARTA, KOMPAS.com - Unjuk rasa yang berlangsung di Thailand khususnya di Bangkok sejak akhir November lalu, ternyata berimbas pada kunjungan wisatawan Indonesia yang akan menuju Bangkok.
Dalam pesan singkat, Rabu (4/12/2013), Public Relations Smailing Tour, Wisnu Wardana mengatakan, beberapa tamunya melakukan pembatalan perjalanan ke Bangkok. "Saya infokan kalau grup tur kami yang ke Bangkok di cancel semua, mengingat kondisi yang kurang kondusif," tulisnya.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Sedangkan untuk perjalanan individual (Free Independent Tour), ia melanjutkan, para tamu akhirnya memilih untuk mengambil destinasi lain.
"Kan kita ada beberapa rute. Tadinya ke Bangkok lebih banyak, kita persingkat waktunya, beralih ke Pattaya, Chiang Mai, atau Phuket. Soalnya sejauh ini Thailand di luar Bangkok itu aman," jelasnya.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Tempat-tempat yang dihindari oleh wisatawan yang datang ke Thailand untuk dekat-dekat waktu ini, kata Wisnu, adalah tempat yang dekat dengan pemerintahan. "Daerah dekat pemerintahan mereka (Thailand), kita sangat menghindari daerah itu," katanya.
Sebelumnya, ujar Wisnu, sejak akhir November lalu, tamu pun telah diperingatkan untuk tidak mengunjungi Thailand. Namun jika tetap berkenan ke sana, pihak Smailing Tour telah menyediakan tempat pilihan lain yang tergolong aman, juga dengan akomodasi misalnya terkait hotel.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Sedangkan menyangkut keamanan di Thailand sendiri, Kedutaan Besar RI di Bangkok telah mengeluarkan imbauan khususnya kepada WNI yang berada di Bangkok.
Sebagaimana tertulis dalam siaran pers KBRI, yaitu agar seluruh WNI di Thailand khususnya di Bangkok untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikan dan agar segera menghindari tempat-tempat berlangsungnya demonstrasi, seperti Democracy Monument dan Jalan Rachadamdoen, Government Complex, Government House, Makkawan Rangsan Bridge, Nong Loeng Intersection, Parliament, Kawasan Sentral World-Siam Paragon-MBK, Thammasat University, Royal Thai Police, Metropolitan Police Bureau, Ministry of Commerce, Public Relations Department dan Ministry of Foreign Affairs.
sumber: kompas.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Dalam pesan singkat, Rabu (4/12/2013), Public Relations Smailing Tour, Wisnu Wardana mengatakan, beberapa tamunya melakukan pembatalan perjalanan ke Bangkok. "Saya infokan kalau grup tur kami yang ke Bangkok di cancel semua, mengingat kondisi yang kurang kondusif," tulisnya.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Sedangkan untuk perjalanan individual (Free Independent Tour), ia melanjutkan, para tamu akhirnya memilih untuk mengambil destinasi lain.
"Kan kita ada beberapa rute. Tadinya ke Bangkok lebih banyak, kita persingkat waktunya, beralih ke Pattaya, Chiang Mai, atau Phuket. Soalnya sejauh ini Thailand di luar Bangkok itu aman," jelasnya.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Tempat-tempat yang dihindari oleh wisatawan yang datang ke Thailand untuk dekat-dekat waktu ini, kata Wisnu, adalah tempat yang dekat dengan pemerintahan. "Daerah dekat pemerintahan mereka (Thailand), kita sangat menghindari daerah itu," katanya.
Sebelumnya, ujar Wisnu, sejak akhir November lalu, tamu pun telah diperingatkan untuk tidak mengunjungi Thailand. Namun jika tetap berkenan ke sana, pihak Smailing Tour telah menyediakan tempat pilihan lain yang tergolong aman, juga dengan akomodasi misalnya terkait hotel.
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Sedangkan menyangkut keamanan di Thailand sendiri, Kedutaan Besar RI di Bangkok telah mengeluarkan imbauan khususnya kepada WNI yang berada di Bangkok.
Sebagaimana tertulis dalam siaran pers KBRI, yaitu agar seluruh WNI di Thailand khususnya di Bangkok untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikan dan agar segera menghindari tempat-tempat berlangsungnya demonstrasi, seperti Democracy Monument dan Jalan Rachadamdoen, Government Complex, Government House, Makkawan Rangsan Bridge, Nong Loeng Intersection, Parliament, Kawasan Sentral World-Siam Paragon-MBK, Thammasat University, Royal Thai Police, Metropolitan Police Bureau, Ministry of Commerce, Public Relations Department dan Ministry of Foreign Affairs.
sumber: kompas.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
http://www.campaign.com
Thursday, December 5, 2013
Siapa Bilang Pera Itu Tidak Enak?
URANG Banjar yang mendiami Kalimantan Selatan memiliki cita rasa unik tentang lezat tidaknya nasi atau ketupat. Nasi dan ketupat justru disebut lezat jika terhidang pera, berbutir-butir, tidak pulen. Selera itu membuat banyak petaninya bertahan menanam beras ladang yang dikenal wangi, enak, dan pera.
Urang Banjar punya beragam menu ketupat atau nasinya dimasak dari beras ladang dan beras rawa, salah satunya ketupat kandangan yang pera, namun lezatnya minta ampun...
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
”Makan ketupat kok pakai sendok?” tanya Ira (30), salah satu penjual ketupat kandangan di daerah Negara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang terheran-heran melihat para pembelinya yang menyantap ketupat kandangan memakai sendok. ”Kalau orang Kandangan seperti kami, memakan ketupat kandangan ya pakai tangan. Ketupatnya diremas, dan pasti hancur karena berasnya pera,” kata Ira sambil mengacungkan tangan yang memeragakan gerakan memeras ketupat.
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
Sambil menyantap gurihnya santan kuah ketupat kandangan buatan Ira, kami mendengarkan lelucon tentang orang Kandangan yang bersusah-payah memasak beras menjadi ketupat hanya untuk diremuk di piring. Secara fisik ketupat kandangan sebenarnya sama dengan ketupat daerah lain. Makanan ini menggunakan cangkang (bungkus) daun kelapa muda yang dianyam memutar.
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
Bedanya, ketupat kandangan disajikan bersama lauk ikan haruan (gabus) asap dan kuah kental bersantan. Kadang disediakan tambahan telur itik dari daerah Alabio dan kerupuk. Ketupat yang diremas remuk akan tercerai-berai, berbutir-butir, wujudnya tak berbeda dari sepiring nasi pera. Seperti ketupat di piring kami, yang bahkan remuk terendam santan yang sungguh kental.
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
Aroma aneka bumbu berpadu dengan wangi sari daun bawang merah goreng yang tertabur di atas sajiannya. Namun aroma tertajam dari sajian itu adalah bau khas ikan haruan yang diasapi. Beberapa gumpal ketupat sepenuhnya hancur-lebur di mulut, dalam baluran gurihnya santan ternyata rasa pera ketupat kandangan membuat nikmat.
”Ketupat kandangan hanya bisa dibuat dari beras siam unus. Kalau pakai beras dari Jawa, ya jadinya pulen, tidak bisa pera seperti ketupat kandangan,” kata Ira.
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
Maskot kota
Nama ketupat kandangan diambil dari nama daerah yang menjadi asal hidangan itu, Kandangan, sebuah kota kecil, ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berada sekitar 125 kilometer arah timur laut dari Banjarmasin, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan. Memasuki Kota Kandangan terlihat betebaran warung yang menjajakan kedua kuliner itu, terutama di pinggir jalan utama penghubung Banjarmasin dengan Kota Balikpapan di Kalimantan Timur. Bahkan, tugu masuk Kandangan dari arah kota tetangga, Rantau, pun berbentuk ketupat besar.
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
Di Jalan Jenderal Sudirman, Kandangan, kami pun menjajal rasa ketupat kandangan di kandangnya. Di rumah makan yang dikelola Agustina Eriyani (33), kami kembali merasai sensasi menyantap ketupat berbentuk segitiga, berasa pera dan hancur bercampur kuah santan dan ikan haruan asapnya. Setiap harinya, Agustina menghabiskan 10 liter beras ladang atau siam. ”Kalau beras jawa tidak bisa dipakai. Nanti lembek hasilnya jika dibuat ketupat,” ucapnya.
Penasaran dengan beras lokal yang sulit ditinggalkan oleh masyarakat setempat, kami pun mengunjungi Pasar Dapur di Kandangan. Di salah satu sudut pasar terlihat sejumlah pedagang yang menjajakan beras secara terbuka menggunakan bak-bak yang terbuat dari papan. Beras-beras siam itu lebih langsing ketimbang beras unggul. Eka Pebriana (30), salah satu pedagang, menuturkan, menjual sekitar 10 macam beras, seperti siam banjar, mayang, mutiara, rukut, dan kardil. Ia juga menjual beras unggul, seperti ciherang dan pandan wangi.
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
Beras yang dijual Eka harganya bervariasi. Siam banjar, misalnya, harganya Rp 6.500-Rp 7.000 per liter, siam mayang Rp 10.000-Rp 11.000, dan siam mutiara Rp 7.000-Rp 8.000. Sementara beras luar, seperti ciherang hanya Rp 5.500-Rp 6.000 per liter. Unus mayang yang termahal, seharga 14.000 per liter, justru beras yang telah dipanen lebih dari dua tahun lalu. Beras yang menjadi bahan terbaik wadai atau kue sajian itu disimpan dalam bentuk gabah dan baru digiling ketika akan dijual.
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
”Yang paling banyak dapatnya siam kupang. Produktivitasnya tinggi. Dulu jenis ini banyak ditanam di Banjarmasin dan Banjar, tetapi sekarang banyak ditanam di sini (Hulu Sungai Selatan). Kalau yang dari dulu sampai sekarang selalu ada pasokan adalah siam kardil yang ukurannya lebih pendek,” ujarnya. Menurut Eka, dalam sebulan ia bisa menjual satu jenis beras lokal hingga 1 ton. Sementara beras unggul jumlahnya lebih kecil yang terjual.
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
Terjaga selera
Faturrahman, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan, mengatakan, beraneka jenis beras lokal, baik itu padi ladang maupun padi rawa, tetap lestari dan terus ditanam petani karena terus diminati pasar. Di Kalimantan Selatan masih dikenal berpuluh beras lokal.
”Secara umum, semua padi lokal boleh disebut sebagai siam unus. Beras itu dimuliakan dan dibenihkan oleh para petaninya sendiri sehingga kerap kali kita menemukan penamaan beras siam unus yang didasarkan kepada nama petani yang memuliakan benih padi itu. Jadi, varian dari padi lokal sangat banyak, tak berbilang,” ujarnya.
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
Meski beras ini disuka oleh sebagian besar masyarakat Banjar, namun sejatinya produktivitas beras lokal masih kalah jika dibandingkan beras unggul. Menurut Faturrahman, jika dirata-rata, produktivitas tahunan untuk padi lokal sekitar 3,5 ton, sementara padi unggul 4,5 ton.
Izhar Khairullah, peneliti madya sekaligus Koordinator Program Balai Penelitian Lahan Rawa, Badan Litbang Pertanian, yang ada di Banjarbaru, mengatakan, kelebihan padi lokal antara lain soal rasa, fisik pera, tahan genangan, tahan keasaman tanah, dan mudah dalam hal perawatan.
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
Cita rasa khas masyarakat Banjar yang menyukai beras pera telah menyelamatkan keanekaragaman hayati padi di Kalimantan Selatan, yang ternyata juga menjadi sumber daya bagi pemuliaan benih padi di Indonesia. Siam unus mutiara dari Barito Kuala dan siam unus sabah dari Banjar adalah dua jenis padi lokal yang oleh Kementerian Pertanian ditetapkan sebagai salah satu benih unggulan.
Rasa pera bercampur kuah santan ketupat kandangan yang remuk, hmmmm...
sumber: kompas.com
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
Urang Banjar punya beragam menu ketupat atau nasinya dimasak dari beras ladang dan beras rawa, salah satunya ketupat kandangan yang pera, namun lezatnya minta ampun...
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
”Makan ketupat kok pakai sendok?” tanya Ira (30), salah satu penjual ketupat kandangan di daerah Negara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang terheran-heran melihat para pembelinya yang menyantap ketupat kandangan memakai sendok. ”Kalau orang Kandangan seperti kami, memakan ketupat kandangan ya pakai tangan. Ketupatnya diremas, dan pasti hancur karena berasnya pera,” kata Ira sambil mengacungkan tangan yang memeragakan gerakan memeras ketupat.
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
Sambil menyantap gurihnya santan kuah ketupat kandangan buatan Ira, kami mendengarkan lelucon tentang orang Kandangan yang bersusah-payah memasak beras menjadi ketupat hanya untuk diremuk di piring. Secara fisik ketupat kandangan sebenarnya sama dengan ketupat daerah lain. Makanan ini menggunakan cangkang (bungkus) daun kelapa muda yang dianyam memutar.
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
Bedanya, ketupat kandangan disajikan bersama lauk ikan haruan (gabus) asap dan kuah kental bersantan. Kadang disediakan tambahan telur itik dari daerah Alabio dan kerupuk. Ketupat yang diremas remuk akan tercerai-berai, berbutir-butir, wujudnya tak berbeda dari sepiring nasi pera. Seperti ketupat di piring kami, yang bahkan remuk terendam santan yang sungguh kental.
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
Aroma aneka bumbu berpadu dengan wangi sari daun bawang merah goreng yang tertabur di atas sajiannya. Namun aroma tertajam dari sajian itu adalah bau khas ikan haruan yang diasapi. Beberapa gumpal ketupat sepenuhnya hancur-lebur di mulut, dalam baluran gurihnya santan ternyata rasa pera ketupat kandangan membuat nikmat.
”Ketupat kandangan hanya bisa dibuat dari beras siam unus. Kalau pakai beras dari Jawa, ya jadinya pulen, tidak bisa pera seperti ketupat kandangan,” kata Ira.
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
Maskot kota
Nama ketupat kandangan diambil dari nama daerah yang menjadi asal hidangan itu, Kandangan, sebuah kota kecil, ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berada sekitar 125 kilometer arah timur laut dari Banjarmasin, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan. Memasuki Kota Kandangan terlihat betebaran warung yang menjajakan kedua kuliner itu, terutama di pinggir jalan utama penghubung Banjarmasin dengan Kota Balikpapan di Kalimantan Timur. Bahkan, tugu masuk Kandangan dari arah kota tetangga, Rantau, pun berbentuk ketupat besar.
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
Di Jalan Jenderal Sudirman, Kandangan, kami pun menjajal rasa ketupat kandangan di kandangnya. Di rumah makan yang dikelola Agustina Eriyani (33), kami kembali merasai sensasi menyantap ketupat berbentuk segitiga, berasa pera dan hancur bercampur kuah santan dan ikan haruan asapnya. Setiap harinya, Agustina menghabiskan 10 liter beras ladang atau siam. ”Kalau beras jawa tidak bisa dipakai. Nanti lembek hasilnya jika dibuat ketupat,” ucapnya.
Penasaran dengan beras lokal yang sulit ditinggalkan oleh masyarakat setempat, kami pun mengunjungi Pasar Dapur di Kandangan. Di salah satu sudut pasar terlihat sejumlah pedagang yang menjajakan beras secara terbuka menggunakan bak-bak yang terbuat dari papan. Beras-beras siam itu lebih langsing ketimbang beras unggul. Eka Pebriana (30), salah satu pedagang, menuturkan, menjual sekitar 10 macam beras, seperti siam banjar, mayang, mutiara, rukut, dan kardil. Ia juga menjual beras unggul, seperti ciherang dan pandan wangi.
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
Beras yang dijual Eka harganya bervariasi. Siam banjar, misalnya, harganya Rp 6.500-Rp 7.000 per liter, siam mayang Rp 10.000-Rp 11.000, dan siam mutiara Rp 7.000-Rp 8.000. Sementara beras luar, seperti ciherang hanya Rp 5.500-Rp 6.000 per liter. Unus mayang yang termahal, seharga 14.000 per liter, justru beras yang telah dipanen lebih dari dua tahun lalu. Beras yang menjadi bahan terbaik wadai atau kue sajian itu disimpan dalam bentuk gabah dan baru digiling ketika akan dijual.
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
”Yang paling banyak dapatnya siam kupang. Produktivitasnya tinggi. Dulu jenis ini banyak ditanam di Banjarmasin dan Banjar, tetapi sekarang banyak ditanam di sini (Hulu Sungai Selatan). Kalau yang dari dulu sampai sekarang selalu ada pasokan adalah siam kardil yang ukurannya lebih pendek,” ujarnya. Menurut Eka, dalam sebulan ia bisa menjual satu jenis beras lokal hingga 1 ton. Sementara beras unggul jumlahnya lebih kecil yang terjual.
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
Terjaga selera
Faturrahman, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan, mengatakan, beraneka jenis beras lokal, baik itu padi ladang maupun padi rawa, tetap lestari dan terus ditanam petani karena terus diminati pasar. Di Kalimantan Selatan masih dikenal berpuluh beras lokal.
”Secara umum, semua padi lokal boleh disebut sebagai siam unus. Beras itu dimuliakan dan dibenihkan oleh para petaninya sendiri sehingga kerap kali kita menemukan penamaan beras siam unus yang didasarkan kepada nama petani yang memuliakan benih padi itu. Jadi, varian dari padi lokal sangat banyak, tak berbilang,” ujarnya.
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
Meski beras ini disuka oleh sebagian besar masyarakat Banjar, namun sejatinya produktivitas beras lokal masih kalah jika dibandingkan beras unggul. Menurut Faturrahman, jika dirata-rata, produktivitas tahunan untuk padi lokal sekitar 3,5 ton, sementara padi unggul 4,5 ton.
Izhar Khairullah, peneliti madya sekaligus Koordinator Program Balai Penelitian Lahan Rawa, Badan Litbang Pertanian, yang ada di Banjarbaru, mengatakan, kelebihan padi lokal antara lain soal rasa, fisik pera, tahan genangan, tahan keasaman tanah, dan mudah dalam hal perawatan.
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
Cita rasa khas masyarakat Banjar yang menyukai beras pera telah menyelamatkan keanekaragaman hayati padi di Kalimantan Selatan, yang ternyata juga menjadi sumber daya bagi pemuliaan benih padi di Indonesia. Siam unus mutiara dari Barito Kuala dan siam unus sabah dari Banjar adalah dua jenis padi lokal yang oleh Kementerian Pertanian ditetapkan sebagai salah satu benih unggulan.
Rasa pera bercampur kuah santan ketupat kandangan yang remuk, hmmmm...
sumber: kompas.com
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
http://www.campaign.com/
Subscribe to:
Comments (Atom)